Kamis, 19 Juli 2012

Istighfar Nabi Muhammad SAW untuk umatnya

Para Malaikat dan para Nabi mengucapkan istighfar untuk orang lain.
      a. istighfar Malaikat untuk orang mukmin
      b. istighfar Nabi Muhammad SAW untuk umatnya
      c. istighfar Nabi Ibrahim AS untuk orang mukmin
      d. istighfar Nabi Nuh AS untuk orang mukmin
      e. istighfar Nabi Musa AS untuk Nabi Harun

b. Istighfar Nabi Muhammad SAW untuk umatnya
"Wahai Nabi, jika perempuan-perempuan yang beriman datang kepadamu untuk menyatakan bai'at, bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah sedikitpun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak melakukan kebohongan yang dilakukan di antara tangan dan kaki mereka, dan tidak melakukan kedurhakaan kepadamu dalam perkara yang baik, bai'atlah mereka dan mintakanlah ampun kepada Allah untuk mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih." (QS. Al-Mumtahanah (60): 12
      Ayat tersebut menerangkan bahwa muslimah yang datang kepada Rasulullah SAW untuk menyatakan kesetiaan dan kepatuhan terhadap kepemimpinan beliau dan pengakuan terhadap kerasulan beliau hendaklah diminta membuat pernyataan:
1.  tidak melakukan perbuatan syirik sekecil apa pun;
2. tidak mencuri;
3. tidak berzina;
4.  tidak membunuh anak-anaknya, termasuk menggugurkan kandungan yang telah lewat 120 hari;
5. tidak melakukan fitnah atau kebohongan; dan
6. tidak mendurhakai perintah-perintah agama.
      Jika hal-hal tersebut dipenuhi, Nabi SAW dianjurkan oleh Allah agar memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka.
      Dari ayat di atas kita memperoleh tuntunan dan petunjuk bahwa Nabi SAW memintakan ampun kepada Allah untuk umatnya agar mereka dibersihkan dari dosa atau dihapuskan dosanya sehingga kelak di akhirat di jauhkan dari siksa neraka. Istighfar Nabi SAW untuk umatnya ini hanya terjadi semasa hidup beliau, tetapi yang dimintakan ampun adalah semua umatnya sampai hari kiamat. Oleh karena itu, semua orang Islam yang hidup sezaman dengan beliau atau sesudahnya sampai hari kiamat termasuk umat Muhammad SAW yang dimintakan ampun oleh beliau.
      Lafadz istighfar Nabi SAW untuk umatnya ini bila diungkapkan dalam kalimat do'a berbunyi Allahumaghfirli ummati (Ya Allah, berilah ampun kepada umatku). Istighfar Nabi ini kelak menjadi salah satu jalan yang meringankan dosa-dosa umatnya sehingga mengurangi siksa yang akan diterima oleh umatnya di akhirat.